Assalamaualaikum, teman
Lama gk ngemeng
disini lagi..
Kali ini ane mau cerita sesuatu yang tak baik di utarakan*nah
loh. Kenapa elu utarakan?? :/ heheh *skip
Tau gak? Kadang kita-kita ini sukak banget belagak seperti
pahlawan. Bener ya?? Lagak nya datang diwaktu yang tepat dan meluruskan suatu
hal yang salah. Tapi salah gk kalau begitu ?? tentu gk salah.
Itu permasalahan yang akan kita bahas kali ini. Tentang seorang
pahlawan yang berpotensi menjadi lawan* maksudnya lawan dari kebaikan :D.
Kita mulai aje yeee,,,
Ini lah dia, seorang manusia yang visi misinya menjadi
seorang anak yang bermanfaat untuk orang banyak, menjadi seorang yang selalu
ada ketika dibutuhkan, dan menjadi seorang perubah dijagat kemeanstriman negeri
yang bingung ini.. *lebay amat lu…
Ini bener lo.. kenaifan yang buat gini (atau kebanyakan
nonton naruto)
si anak ini berusaha untuk belajar menjadi seorang yang bijak . *bisa dibilang berkaitan dengan
agama. Menjadi seorang kakak kelas yang selalu ditanyai tentang hal – hal yang
berkaitan tentang kebenaran, kepantasan dan apa yang harus dilakukan. Gak gampang
untuk menjadi seperti itu memang, tiap harinya pasti ada saja pilihan – pilihan
yang berbeda yang diambil si anak dari pada teman lainnya. Tiap harinya dia
membebankan dirinya untuk bias lebih baik dari temannya disegi apapun terutama
akhlak. Dan itu gk mudah. *skip*emang elu peduli ?? hahahh
Kadang si anak terpeleset dengan
apa yang dikatakannya sendiri * berdoa aja allah nutupin aibnya. Karna emang gk
ada manusia yang sempurna. Yang ada, kalau dia ngerasa bersalah maka dia wajib
memperbaiiki kesalahannya. Dan sisi-sisi ini jarang diperhitungkan orang lain. Insya
allah terus begitu
Permasalahan si anak yang sok pahlawan ini adalh.
Akhwat lagiii, akhwat lagi,,,
Diawal semua adalah baik – baik saja. Hanya sebuah nasihat
yang layak dan biasa. Dari si anak ke adik kelasnya(akhwat). Dikatakan lah,,
ini, itu, seperti itu, seperti ini,,,
dan itu masih biasa saja… agar si adik bias lebih paham lagi.
Hingga akhirnya keperdulian yang sedikit lebih itu ternyata
memunculkan masalh. Pembelokan niat dari godaan syaitan yang terikuti
meunculkan kebimbangan hati. Disatu sisi hati menganggap jangan ada keperdulian
yang berlebih namun disatu sisi tidak begitu.
Singkat cerita. Si anak melanggarnya. Melanggar hati
nuraninya.. melanggar untuk mengambil jalan yang sama seperti jalan orang-orang
banyak pilih. Walau pun tidak separah itu. Tetaplah melanggar.pastilah ada
kekecewaan, dan akan ada ketidak kepercayaan.
Si anak Sudah tersandung, ..
Dan masih ingin berdiri…. Masih ingin berlari.
Masih ingin membagi pengalaman, masih ingin membijak kan
diri.
NB*sebagian tambahan, sebagian kebenaran

Tidak ada komentar:
Posting Komentar